7 Kebiasaan Cuci Tangan yang Benar Versi WHO — Panduan untuk Tenaga Kesehatan dan Masyarakat Umum
Hand hygiene adalah intervensi kesehatan paling sederhana namun paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit. Tapi apakah Anda sudah melakukannya dengan benar?
Mengapa Cuci Tangan Masih Relevan?
Meski terdengar dasar, studi global menunjukkan bahwa kepatuhan cuci tangan di fasilitas kesehatan hanya sekitar 40%. Di masyarakat umum, angkanya bahkan lebih rendah. Padahal, cuci tangan yang tepat dapat mencegah hingga 80% penyakit menular umum.
7 Langkah Cuci Tangan WHO (6 Detik per Langkah)
- Langkah 7: Bilas dengan air mengalir bersih, keringkan dengan handuk sekali pakai.
- Langkah 1: Basahi tangan, tuang sabun secukupnya. Gosok kedua telapak tangan.
- Langkah 2: Gosok punggung tangan kanan dengan telapak kiri, sela-sela jari. Ulangi.
- Langkah 3: Gosok telapak ke telapak dengan jari saling mengunci.
- Langkah 4: Gosok punggung jari dengan telapak tangan sisi lain (teknik kunci).
- Langkah 5: Gosok ibu jari kanan secara memutar dalam genggaman tangan kiri. Ulangi.
- Langkah 6: Gosokkan ujung-ujung jari kanan ke telapak tangan kiri secara memutar. Ulangi.
5 Momen Wajib Cuci Tangan (Five Moments for Hand Hygiene)
- Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien
- Sebelum menyentuh pasien
- Sebelum melakukan tindakan aseptik
- Setelah terpapar cairan tubuh pasien
- Setelah menyentuh pasien
Tips Praktis
Durasi ideal cuci tangan dengan sabun adalah 40–60 detik. Gunakan hand rub berbasis alkohol (minimal 60%) jika air tidak tersedia, dengan durasi 20–30 detik. Perhatikan area yang sering terlewat: sela-sela jari, ibu jari, dan punggung tangan.
Sabun Biasa vs Antiseptik?
Untuk penggunaan sehari-hari, sabun biasa sudah cukup asalkan teknik dan durasinya benar. Sabun antiseptik direkomendasikan di fasilitas kesehatan, terutama sebelum tindakan invasif atau saat ada wabah infeksi spesifik.
